Teori Motivasi

Teori mengenai motivasi atau kebutuhan manusia selama ini mungkin yang lebih Anda kenal adalah teori dari Abraham Maslow dengan hierarki kebutuhannya.

Tapi, sebenarnya ada banyak para ahli dengan pendapat mereka masing-masing tentang teori motivasi, termasuk David McClelland.

Menurut Mclelland, ada tiga hal yang melatar belakangi motivasi seseorang:

1. The Need for Achievement (n-ach) – Kebutuhan akan Prestasi / Pencapaian

Kebutuhan akan prestasi adalah kebutuhan seseorang untuk memiliki pencapaian signifikan, menguasai berbagai keahlian, atau memiliki standar yang tinggi. Orang yang memiliki n-ach tinggi biasanya selalu ingin menghadapi tantangan baru dan mencari tingkat kebebasan yang tinggi.

Sebab-sebab seseorang memiliki n-ach yang tinggi di antaranya adalah pujian dan imbalan akan kesuksesan yang dicapai, perasaan positif yang timbul dari prestasi, dan keinginan untuk menghadapi tantangan.

Tentunya imbalan yang paling memuaskan bagi mereka adalah pengakuan dari masyarakat.

2. The Need for Authority and Power (n-pow) – Kebutuhan akan Kekuasaan

Kebutuhan ini didasari oleh keinginan seseorang untuk mengatur atau memimpin orang lain. Menurut Mclelland, ada dua jenis kebutuhan akan kekuasaan, yaitu pribadi dan sosial.

Contoh dari kekuasaan pribadi adalah seorang pemimpin perusahaan yang mencari posisi lebih tinggi agar bisa mengatur orang lain dan mengarahkan ke mana perusahaannya akan bergerak. Sedangkan kekuasaan sosial adalah kekuasaan yang misalnya dimiliki oleh pemimpin seperti Nelson Mandela, yang memiliki kekuasaan dan menggunakan kekuasaannya tersebut untuk kepentingan sosial, seperti misalnya perdamaian.

3. The Need for Affiliation (n-affil) – Kebutuhan akan Afiliasi / Keanggotaan

Kebutuhan ini adalah kebutuhan yang didasari oleh keinginan untuk mendapatkan atau menjalankan hubungan yang baik dengan orang lain. Orang merasa ingin disukai dan diterima oleh sesamanya.

McClelland mengatakan bahwa kebutuhan yang kuat akan afiliasi akan mencampuri objektifitas seseorang. Sebab, jika ia merasa ingin disukai, maka ia akan melakukan apapun agar orang lain suka akan keputusannya.

Sedangkan, sebab-sebab n-affil dari seseorang bisa bermacam-macam, dan salah satu contohnya bisa Anda lihat dari tragedi 11 September di Amerika Serikat. Setelah kejadian tersebut, banyak orang-orang Amerika yang melupakan kepentingan mereka dan memilih untuk bersatu sehingga mereka memiliki rasa aman.

Kebutuhan Dasar Emosional Anak


Kebutuhan Dasar Emosional Anak ~ Seperti apapun anak anda, ia memiliki kebutuhan emosional yang mempengaruhi sebagian besar tingkah lakunya. Misalnya, pada tingkatan yang sederhana, kebutuhan untuk merasa di sayangi membuatnya mendambakan pelukan dan rasa aman dari anda. Pada tingkatan yang lebih dalam, kebutuhan untuk merasa dihargai membuatnya memamerkan prestasinya di hadapan orang lain.

Tantangan anda adalah memahami kebutuhan emosional anak anda. Berikut ini ada beberapa kebutuhan dasar emosional anak yang harus sama-sama kita ketahui :
1. DICINTAI. Manusia adalah mahluk sosial. Kita sangat bergantung pada hubungan sosial, terutama ikatan kasih sayang antara seorang anak dengan orang tua atau pengasuhnya. Anak anda perlu dicintai dan merasa di cintai.

2. DIHARGAI. Anak anda akan berkembang dengan optimal jika tahu bahwa anda menganggapnya sebagai anak yang istimewa. Ia ingin anda bangga atas prestasinya dan juga menghargainya sebagai dirinya sendiri. Pujian dan perhatian akan membuatnya bahagia.

3. MERASA AMAN. Seorang anak akan tidak merasa aman akan menjadi anak yang tidak tenang dan selalu hawatir. Ia perlu merasa bahwa tidak ada bahaya yang menantinya sehingga ia bisa hidup dari hari ke hari tanpa harus merasa takut.

4. MENDAPATKAN STABILITAS. Anak membutuhkan struktur dan stabilitas dalam hidupnya. Rutinitas yang bisa ditebak dengan batasan dan peraturan yang keras mengenai tingkah lakunya akan memuaskan kebutuhannya.

5. MERASA KOMPETEN. Anak perlu merasa bahwa ia mampu dan bisa menghadapi tantangan sehari-hari. Keyakinan mengenai kemampuannya akan mempercepat kemajuan.

6. MENGOPTIMALKAN POTENSINYA. Bagian tak terpisahkan dari perkembangan anak adalah kebutuhan mengekspresikan bakat dan kemampuannya agar bisa mencapai potensinya secara maksimal. Kebutuhan emosional ini mendorongnya untuk mencoba hal-hal baru.

Itulah diantara kebutuhan dasar emosional anak yang patut sama-sama kita perhatikan, agar anak-anak kita bisa menjadi pribadi yang kuat ketika dewasa.