Bank Dunia Ramal Tiga Skenario Ekonomi Indonesia

Bank Dunia Ramal Tiga Skenario Ekonomi Indonesia

Bank Dunia melaporkan perkembangan triwulan perekonomian Indonesia. Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Stefan Koeberle mengatakan, menuju tahun 2013, proyeksi dasar untuk pertumbuhan adalah 6,4 persen. "Namun krisis ekonomi global yang parah dapat menekan pertumbuhan ke sekitar 4 persen,” kata dia di Jakarta, Kamis, 12 Juli 2012.
Bank Dunia memperkirakan tiga skenario pertumbuhan ekonomi yang akan dialami Indonesia tahun depan, terkait dengan kondisi global. Pertama, dengan asumsi krisis global berlanjut, pertumbuhan Indonesia diperkirakan berada di kisaran 6-6,4 persen pada 2013. Pelemahan itu diprediksi akan berdampak ke Indonesia menjelang akhir 2012. Pertumbuhan pun akan melemah tipis karena gejolak di Eropa, plus tantangan fiskal yang dihadapi Amerika Serikat.
Kedua, jika perekonomian dunia sama persis seperti 2009 lalu, di mana pasar keuangan internasional beku, yang menyebabkan mitra dagang tumbuh negatif, hilangnya tingkat kepercayaan investor, dan penurunan komoditas dunia. »Dengan situasi itu pertumbuhan ekonomi diperkirakan 5,8 persen pada 2012 dan 4,7 persen pada 2013,” Stefan menambahkan.
Ketiga, bila pelemahan global makin parah dan panjang, maka pertumbuhan Indonesia diperkirakan turut merosot menjadi 5,7 persen tahun ini. Tahun berikutnya, turun lagi tinggal 3,8 persen. Dampak yang paling signifikan, harga komoditas anjlok yang menyebabkan pendapatan negara turun tajam.
Dengan gejolak pasar keuangan internasional seperti itu, Stefan menyarankan Indonesia meningkatkan kesiapan menghadapi krisis dan menjadikannya proritas kebijakan.